"Minggu 18 Juli 2021 sekira pukul 19.30 WITA saksi pertama dan saksi kedua menggunakan perahu kecil ketinting mencari korban yang diduga tenggelam Sabtu kemarin, saksi pertama dan kedua ini adalah kerabat korban. Pada jam sekira 21.45 WITA saksi melihat ada kantong plastik mengapung dan kemudian mendekat dan melihat sosok mayat dalam posisi miring kemudian setelah dilihat wajah mayat tersebut adalah kerabat mereka yaitu Ade Fernanda," kata Aksarudin kepada korankaltim.com, Senin (19/7/2021).
Kemudian saksi pertama menghubungi relawan Desa Loa Duri Ulu yaitu saksi ketiga, Hendra untuk memberitahukan bahwa mayat Ade Fernanda sudah ditemukan. "Kemudian menggiring mayat tersebut ke arah ulu di pelabuhan PT BBE RT 8 Desa Loa Duri Ulu untuk lebih memudahkan evakuasi, selanjutnya mayat Ade Fernanda dibawa ke rumah sakit AWS (Abdul Wahab Sjahrani) Samarinda mengunakan ambulans relawan Desa Loa Duri Ulu," terangnya.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan jenasah sudah di kebumikan," pungkas Aksarudin. Diketahui, Ade disadari menghilang dan diduga tenggelam pada pukul 05.05 WITA saat memancing bersama rekannya bernama Arensius di atas Kapal Tugboat PT BBE ETAM yang bersandar di tepi perairan Sungai Mahakam di RT 08 Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan. Korban sendiri diketahui oleh warga adalah pemuda yang pandai berenang dan sering memancing di lokasi tempat dirinya tenggelam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan