Sejak tahun 2020, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan peraturan menteri tentang pelaksanaan program asimilasi bagi narapidana, yang salah satu tujuannya sebagai langkah pencegahan penularan dan penyebaran covid di dalam lapas, mengingat tingkat over kapasitas hunian lapas yang tinggi tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah dalam rangka antisipasi gangguan keamanan di dalam lapas.
Dalam pelaksanaannya banyak hal yang dirasakan oleh Rini yang merupakan ibu dari dua anak ini, diantaranya disaat dirinya tidak bisa berkumpul dengan buah hatinya karena harus mempersiapkan dokumen usulan. "Sering kali saya tidak bisa berkumpul dengan anak-anak dikarenakan harus mempersiapkan dokumen usulan, tapi alhamdulillah anak-anak bisa memahami tugas dari bundanya dan bagi diri saya ini adalah kewajiban saya sebagai petugas pemasyarakatan," kata Rini kepada korankaltim.com, Jumat (9/7/2021) pagi tadi.
Disinggung bagaimana mengatur waktu antara tugas kedinasan dengan keluarga, bagi wanita yang suka hobi bola voli ini menjelaskan, kuncinya adalah menjaga komunikasi dengan anak-anak dan suami serta memberikan pemahaman kepada mereka.
Dirinya selalu menyempatkan untuk menghubungi anak-anak dan suaminya di sela-sela jam istirahat kantor dan tidak jarang harus juga mendampingi kedua buah hatinya kala harus belajar online melalui sambungan telepon.
"Kuncinya adalah selalu komunikasi dengan anak-anak dan suami walau hanya lewat telepon," terangnya.
Bagi Rini, melihat raut kebahagiaan warga binaan yang bebas karena mendapatkan program asimilasi membuat dirinya haru dan menjadi obat semangat tersendiri bagi dirinya walau harus sering pisah dengan keluarganya selama mempersiapkan program tersebut.
Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto menuturkan dirinya sangat bangga terhadap seluruh jajarannya yang tak kenal lelah dan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan khusus dalam program asimilasi ini termasuk bagi seorang Rini Risnawaty yang olehnya dianggap tidak hanya sebagai wanita yang kuat namun tangguh pula.
"Saya bangga terhadapnya (Rini) tidak hanya sebagai petugas namun juga sebagai seorang ibu, dia wanita yang kuat dan tangguh serta selalu berusaha menjadi role model bagi rekan-rekan sejawat diantaranya dalam disiplin kerja," kata Agus.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur