Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi mengatakan jasad Imbran ditemukan sejauh 200 meter dari lokasi awal dirinya tenggelam. "Jasad almarhum ditemukan mengambang dipermukan sungai oleh tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran. Kemungkinan almarhum tersangkut sesuatu di dalam air tapi terkena gelombang kapal penumpang sehingga timbul ke permukaan," papar Riqi.
Jasad Imbran langsung dievakuasi dari sungai menggunakan rubber boat milik Basarnas Samarinda ke tepian, tepat di depan posko pencarian di PT Mawar Redimix Jalan Pattimura Kelurahan Mangkupalas Samarinda Seberang.
"Setelah tiba, pihak keluarga kami minta untuk mengenali, dan sesuai ciri-cirinya yakni rambut dikuncir, mengenakan baju kaos warna hitam serta celana jeans, benar itu jasadnya," paparnya. Jasad Imbran sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syahranie menggunakan mobil ambulans PMI untuk divisum dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Imbran terakhir kali beraktivitas mengumpulkan besi tua bersama kakaknya Yusuf.
Bersama sang kakak yang berusia 23 tahun, Imbran mengumpulkan sisa-sisa besi tua yang melekat pada tongkang yang berkarat. Setelah menemukan besi tua dari tongkang kemudian dibuang ke sungai dan selanjutnya diselami Imbran sementara sang kakak menunggu di atas.
Cuaca saat itu sedang hujan dan ditunggu lama ternyata Imbran tak juga kembali ke permukaan. Yusuf bersama keluargnya pun melaporkan kejadian ini kepada Polsek Samarinda Seberang, kemudian ke Basarnas Samarinda serta Polair Polresta Samarinda.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur