Dalam kunjungan ini, Darmawel Aswar beserta rombongan berkesempatan meninjau langsung kamar hunian dan melakukan wawancara dengan beberapa warga binaan.
Darmawel menyampaikan pentingnya program bapak angkat dalam rangka mendukung pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas sehingga dapat memberikan bekal bagi warga binaan jika bebas kelak. "Saya berharap pihak lapas dapat menggandeng pihak ketiga dalam mendukung pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas ini sehingga dengan adanya dukungan ini atau bapak angkat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan lapas dan bisa jadi bekal bagi warga binaan jika bebas kelak," ujarnya.
Ade Hari Setiawan menyampaikan, saat ini Lapas Tenggarong dihuni sebanyak 1.351 orang dari kapasitas sebanyak 350 orang dan sekitarnya 80 persen penghuninya adalah tindak pidana narkotika.
Kunjungan yang berlangsung selama tiga jam ini, Darmawel menyampaikan tentang program rehabilitasi bagi pelaku tindak pidana narkotika di dalam lapas yang salah satu tujuannya guna mencegah terulang kembali pelanggaran hukum.
Ade Hari Setiawan menyampaikan untuk Lapas Tenggarong tidak ada program rehabilitasi bagi warga binaan tindak pidana narkotika. Untuk mensiasati, Lapas Tenggarong mengintensifkan pelaksanaan program pembinaan baik itu kepribadian, kerohanian maupun kemandirian bahkan di Lapas telah didirikan pesantren Lapas. "Untuk di Lapas Tenggarong saat ini belum terdapat program rehabilitasi bagi pelaku tindak pidana narkotika, namun kami mensiasati dengan mengintensifkan program pembinaan yang telah ada termasuk dengan mendirikan pesantren di dalam Lapas," beber Ade.
Di akhir kunjungan Ade Hari Setiawan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini serta saran dan masukannya guna peningkatan pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan di Lapas Tenggarong.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan