Bermula ketika Polsek Sungai Kunjang mendapatkan laporan dari warga, yang kehilangan sepeda motornya.
Atas laporan tersebut petugas pun melakukan penyelidikan dan hasilnya didapat informasi, jika ada seorang yang akan menjual sepeda motor. Setelah itu, petugas menyamar dengan berpura-pura membeli motor tersebut, dengan membuat janji, untuk melakukan transaksi jual beli. "Saat mendapatkan informasi ada orang yang akan menjual sepeda motor, petugas kami langsung menyamar, dengan berpura-pura menjadi pembeli," ungkap Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto melalui Kanit Reskrim Ipda Roni Wibowo, Selasa (1/6/2021) sore.
Nah, ternyata kedua saudara ipar ini menentukan lokasinya yang tak jauh dari tempat persembunyiannya di kawasan M Said. Setelah bertemu, didapat dua orang laki-laki yang dicurigai, dan langsung diamankan bersama dua unit sepeda motor yang akan dijual serta dikendarai pelaku, yang diduga hasil curian.
Saat dilakukan pengembangan, ternyata petugas kembali mendapati lima unit sepeda motor hasil curian, di bangsalan pelaku, yang digunakan sebagai tempat penampungan motor hasil curian.
Saat ditanya modus yang digunakan oleh para tersangka, Roni menuturkan tersangka mencuri motor yang terparkir di teras rumah warga dan tidak dikunci stang.
"Iya motor yang tidak dikunci stang, kemudian mereka dorong, dengan dinaiki dan didorong sepeda motor yang mereka kendarai, ke bangsal mereka di kawasan M Said Gang Kita," terangnya.
Dijelaskannya, kedua pelaku ini memiliki peran masing-masing, yakni Ridwan sebagai eksekutor (memgambil motor), sedangkan Andri yang mengawasi lingkungan sekitar.
"Iya, satu pelaku sebagai eksekutor dan satu mengawasi sekitar, dengan standby di atas motornya," bebernya.
Ia menambahkan, untuk menghilangkan jejak, para pelaku tersebut kerap mengubah nomor polisi kendaraan dan mengubah warna.
"Iya, bangsal yang mereka sewa itu, seperti bengkel, di situ mereka mengubah plat dan warna motor, untuk menghilangkan jejak," pungkasnya.
Saat ini petugas masih melakukan pengembangan terkait Tempat Kejadian Perkara (TKP) dimana mereka beraksi serta barang bukti lainya.
Penulis:Nancy
Editor : Bambang Irawan