Keesokan harinya, Selasa (25/5/2021) pelaku datang saat waktu magrib untuk salat bersama. "Nah, kemungkinan antara jeda salah magrib dan isya itu dia mengambil uang yang ada di dalam tas, digantung di dinding kamar marbot, uangnya sekitar Rp 8 juta," ungkapnya.
"Saat selesai salat itu belum sadar, tetapi saat saya cek, ternyata uangnya sudah tidak ada. Makanya, langsung cek CCTV, ternyata pelakunya ya dia," sambungnya. Setelah itu, pihaknya pun langsung mencari informasi dengan warga sekitar terkait tempat tinggal pelaku.
Hingga akhirnya, diketahui pelaku ini ternyata tinggal di Jalan Pelita Gang 3 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang. "Hari ini, sekitar jam 8 pagi tadi kami datangin ke kosnya bersama warga, saat kami tanya, pelaku mengakui perbuatannya dan bilangnya mau dikembalikan," ujarnya.
Nah, kemudian pelaku ini pun langsung dibawa ke masjid dan ternyata di sana sudah banyak warga yang berkumpul. "Karena banyak warga yang sudah kumpul, pelaku sempat dipukulin, karena merasa kesal atas perbuatan pelaku ini," katanya.
Akibat amukan warga yang geram dengan perbuatan pelaku, pria 37 tahun tersebut babak belur. "Baru kami langsung lapor ke Polsek Samarinda Kota, dan tadi langsung dijemput oleh anggota yang patroli," bebernya. "Uang yang dia ambil juga sudah habis, katanya sudah dikirim ke anaknya yang sakit di wilayah Kutim Wahau," sambungnya.
Terpisah Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku dan masih menunggu laporan resmi dari pihak korban. "Sudah kami amankan, dan ini masih kami mintai keterangan dari korbannya," singkatnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan