Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengungkapkan hal ini dalam rilis Rabu (14/4/2021) siang tadi di Mako Polresta Samarinda. Diketahui imbas keributan, nyawa Burhanuddin melayang karena kena tembakan di dahi dan luka tebasan di leher.
"Pemicu utama penyerangan ini karena ada warga membakar pondok yang didirikan AN, pelaku utama, , sehingga dia marah dan menembakkan peluru jenis gotri dari senjata jenis penabur," kata Arif
"AN menggunakan senjata rakitan yang membuat 7 orang menjadi korban, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan enam lainnya masih dirawat di rumah sakit," imbuhnya.
Saat ini polisi masih mendalami beberapa hal terkait kepemilikan lahan sengketa ini. "Karena, ada beberapa versi, baik dari kelompok tani maupun warga Handil Bakti," ungkap Arif.
Saat ditanya terkait dengan pelaku lainnya, Arif mengaku masih melakukan penyelidikan atau pendalaman, apakah ada keterlibatan dari pihak lain. "Sejauh ini belum ada yang terbukti, tetapi kalau memang ada yang terlibat, pasti kami tahan. Memang AN pelaku tunggal yang melakukan penembakan serta menebas leher korban dengan parang," sebutnya.
Saat ini situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kondusif dan pihaknya masih rutin melakukan patroli secara mobile. "Sebagai langkah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," tutupnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur