Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kabag Ops Kompol Andi Suryadi menjelaskan terjaringnya para remaja tersebut saat ditemui korankaltim.com di Mako Polresta Samarinda hari ini.
Disebutkannya, tujuan operasi Pekat ini untuk menjaga kondusifitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang hingga saat ini masih terjadi.
"Kami ingin masyarakat bisa lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa karena itu operasi Pekat ini gencar kami lakukan," kata Andi.
"Sasarannya utamanya premanisme, pembawa senjata tajam, prostitusi, judi, narkoba, petasan juga minuman keras,” imbuhnya.
Untuk 29 remaja yang terjaring di beberapa hotel dan guest house tersebut terdiri dari 14 pemuda dan 15 pemudi.
Mereka semua langsung dibawa ke Mako Polresta Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan.
"Saat ditanya, ternyata mereka ini sebagian ada yang masih dibawah umur," ungkapnya.
Dalam operasi Pekat ini polisi juga menemukan alat hisap sabu-sabu atau bong. "Mereka akan dites urine, kemudian diberikan pembinaan, kalau ada yang positif kami arahkan untuk rehabilitasi dengan memberitahukan kepada orangtua mereka," jelas Andi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur