"Iya, saya dapat laporan dari warga, kalau di salah satu indekos itu tercium bau tidak sedap, makanya saya langsung mengecek sama warga. Ternyata benar, tetapi saya tidak berani mau masuk," tuturnya.
Sehingga ia pun langsung menghubungi Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat, terkait laporan tersebut dan berkoordinasi ke Polsek Samarinda Kota.
"Saat petugas tiba, baru kami berani untuk memastikan. Karena, pintu terkunci dari dalam, makanya didobrak," ujar Yusmet tadi malam.
"Saat tebuka, ternyata sudah tergeletak di lantai di samping kasur. Memang sudah beberapa hari ini gak ada kelihatan dan dia juga tinggal sendirian," sambungnya.
Sementara M (19), keponakan pria tersebut mengaku terakhir bertemu pada dengan sang paman pada Kamis (25/2/2021) lalu.
"Tetapi, sekitar tiga hari lalu, saya coba hubungin tetapi, tidak direspons. Nah, baru tahu setelah dikabarin tetangga di depan rumah di sini," ungkapnya.
Kasubnit INAFIS Polresta Samarinda, Aipda Hary Cahyadi mengatakan dari hasil pemeriksaan awal dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang dilakukan bersama Polsek Samarinda Kota, almarhum meninggal diduga karena sakit.
"Jadi, pria ini meninggal sudah kurang lebih 3-4 hari. Juga tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum," katanya.
Dan barang bukti yang diamankan berupa obat-obatan serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) alamrhum.
"Selanjutnya, jenazah langsung dibawah ke RSUD A.W.Sjahranie dengan menggunakan Ambulance PMI, guna dilakukan visum," pungkasnya.[]
Penulis:Nancy
Editor: Rusdi