Dani Sofyan, anggota FKPM Pelita Samarinda menjelaskan, Pos FKPM di Jalan KH Usman Ibrahim Kelurahan Pelita Samarinda Ilir didatangi keempatnya tadi malam. “Mereka datang ke pos dan melaporkan kalau ditipu aplikasi bernama Uang Saku," jelas Dani.
Menindaklanjuti laporan tersebut, FKPM langsung memanggil admin grup Uang Sakut tersebut. "Mereka kami kumpulkan, tapi ternyata setelah ditelusuri aplikasi tersebut telah berhenti beroperasi sekitar 3 tahun silam dari pusat. Adminnya juga katanya tertipu, karena dia juga ikut transfer uang," ungkap Dani lagi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya akan mengumpulkan mereka yang tertipu karena aplikasi Uang Saku. "Akan kami arahkan ke Diskominfo Samarinda, untuk kemudian mempertanyakan terkait penipuan aplikasi tersebut," tegasnya.
Aplikasi Uang Saku diketahui menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Awalnya, calon pengguna diminta untuk registrasi dengan membayar uang Rp200 ribu untuk tingkat VIP 1. Jika registrasi tersebut berhasil, mereka harus menjalankan misi untuk nonton video sebanyak 19 kali sehari dan dibayar Rp 8 ribu per hari yang uangnya langsung ditransfer admin Uang Saku ke rekening member member alias anggota
Kemudian jika member ingin ikut VIP selanjutnya (Level 2-10), untuk pendaftarannya semakin mahal tetapi keuntungannya juga semakin besar. Sehingga, hal inilah yang membuat banyak orang tergiur untuk ikut, apalagi uangnya tersebut langsung ditransfer langsung ke nomor rekening membernya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur