Dugaan tersebut disampaikan anak almarhum Ardian, Jarot, kepada korankaltim.com saat ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit AW Sjahranie Rabu (17/2/2021) hari ini. Jasad Ardian dibawa ke RSU AWS untuk divisum sebelum dibawa pulang keluarganya.
"Kami menduga kuat beliau kena serangan jantung kemudian terpeleset, karena bapak punya riwayat jantung. Tetapi kalau ditemukan sampai sejauh itu ya mungkin factor alam, tidak tahu juga," kata Jarot.
Jarot mengaku awalnya mendapatkan informasi dari rekan-rekannya di pelabuhan, adanya penemuan jenazah mengambang di kawasan Tambora, Kutai Lama, yang diduga adalah jenazah sang ayah. Jarot mengaku awalnya tidak percaya, pasalnya jarak pria paruh baya tersebut ditemukan dari terjatuh cukup jauh.
"Awalnya tidak percaya, tetapi saat melihat baju warna biru dan celana kain krem, saya yakin. Saya langsung ke pelabuhan menggunakan speed pribadi, bersama satu tim Inafis Polresta Samarinda untuk memastikan," ungkapnya.
"Saat sampai disana sudah ada dari Polairud Polres Kukar dan TNI AL Anggana. Saat Basarnas datang baru saya melihat dan dari wajah masih bisa saya kenali itu bapak saya," kata Jarot dengan nada sedih.
Jarot bersama keluarga akan langsung memakamkan jenazah Ardian. "Setelah dilakukam visum luar, kami akan memandikan dan langsung dimakamkan," ungkapnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur