Berkoordinasi dengan pihak Anima Rescue, tim pun segera ke lokasi dimana buaya berada untuk melakukan penangkapan atau evakuasi. "Karena tenaga dan peralatan kurang, kami koordinasi dengan Animal Rescue, setelah itu menuju ke lokasi tersebut," tuturnya.
Diduga buaya tersebut milik kebun binatang Abun yang terlepas menginbat sebelumnya juga pernah ada buaya di Perum BPK tersebut. "Ya, dugaannya dari kebun milik Abun yang lepas karena sekitar 3-4 bulan lalu juga, ada buaya disekitar perum BPK tapi ukuran lebih kecil sekitar 2 meter dan jenis kelamin perempuan," papar Fadly.
Keterbatasan alat jadi kendala menangkap buaya yang tiba-tiba terlihat di daratan tadi malam. "Kami hanya punya tali dan stik jerat, apalagi buayanya cukup besar, untung saja dibantu dengan warga sekitar jadi buaya bisa ditangkap," ujarnya.
Setelah dievakuasi Posko 5 Disdamkar Samarinda berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim yang akan mengambil buaya tersebut. "Dari Animal Rescue yang akan menyerahkan, karena biasanya ada serah terima," pungkasnya.
Sementara Ketua Animal Rescue Samarinda, Parlin mengatakan untuk kondisi buaya diduga sudah lama di darat. "Sepertinya sudah lama di darat, karena kondisi badannya terlihat tidak fit, makanya lebih mudah kami tangkap. Tetapi, ukurannya besar, jadi memang perlu banyak orang membantu untuk menangkapnya," kata Parlin.
Buaya tersebut akan diserahkan ke BKSDA karena termasuk dalam satwa yang dilindungi. "Kalau tidak ke BKSDA bisa juga ke taman wisata, jika mereka mau merawatnya," jelas Parlin.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur