Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Hari Cahyadi saat usai melakukan identifikasi korban Minggu (14/2/2021) sore tadi. Ia menjelaskan korban bisa dikenali dari ciri fisiknya yakni rambut lurus dan berkumis, hal ini pula dikuatkan dari keterangan anak perempuan korban yakni Niswa (23) dari bekas jahitan di pergelangan tangan kiri serta kuku kaki kanan terdapat bekas seperti darah membeku, seperti terjepit.
"Iya, kalau dari ciri-cirinya seperti rambut lurus dan berkumis sesuai dan itu dibenarkan keluarganya, juga mereka menyebutkan ciri-ciri lainnya yang mereka sebutkan, semua cocok," tandasnya. Sementara Jumadi (53) adik kandung korban mengatakan jika saat kejadian tersebut pihaknya mendapatkan informasi terkait ditemukan diduga jasad kakak kandungnya tersebut.
Kemudian ia bersama dengan keponakannya Niswa serta keluarga lainnya, diminta untuk ke kamar jenazah RSUD A.W.Sjahranie, untuk memastikan benar atau tidak itu jasad dari sang kakak. "Iya dapat informasi, langsung disuruh ke rumah sakit," katanya.
"Setelah sampai kami sampai, diminta untuk menunggu, karena masih dilakukan identifikasi, kemudian saya diminta untuk memastikan, tenryata benar itu kakak saya, ada tanda bekas jahitan dipergelangan tangan kiri dan kuku kaki sebelah kanan ada centangan (bekas darah membeku)," ungkapnya.
Ia menambahkan setelah ini, pihaknya akan langsung membawa korban ke rumah di Jalan Masaji RT 2 No.57 Gang Klorofil Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Sambutan untuk dimakamkan. "Kami minta di rumah sakit untuk dimandikan dan dikafanin, jadi sampai di rumah, didoakan baru dimakamkan, karena kasihan juga sudah tiga hari," imbuhnya. Diketahui Tumiran bekerja di PT Barokah Galangan Perkasa sudah 5 tahun lebih, sebagai tukang las.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan