Seperti diketahui, dua korban kapal meledak tersebut ditemukan pada Jumat (12/2/2021) kemarin. Untuk korban Suwardi pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.14 WITA di perairan Cendana Kutai Lama, sedangkan Gunawi sekitar pukul 17.30 WITA sejauh 10 km dari lokasi kapal meledak.
Kedua korban ini saat ditemukan dengan kondisi jasad tak utuh lagi dan tak bisa dikenali dari wajah, pasca terkena ledakan yang kencang tersebut. Sehingga, tim Inafis Polresta Samarinda pun melakukan identifikasi terhadap dua korban, dengan mengambil sidik jari mereka di kamar jenazah RSUD AW Sjahranie.
Suwardi bisa dikenali berdasarkan keterangan pihak keluarga, dengan melihat postur tubuh dan keterangan-keterangan yang telah dihimpun. Sementara, Gunawi saat ditemukan masih dalam keadaan menggunakan pakaian kerja dan petugas menemukan sejumlah uang yakni Rp868 ribu serta sebuah id card barcode, atas nama Gunawi. Keduanya diketahui bekerja sebagai tukang las.
Sunardi (65) ayah dari korban ledakan kapal Suwardi saat ditemui di kediamannya mengatakan saat pihaknya mendapat kabar, jika jasad yang ditemukan adalah anaknya, ia merasa terpukul.
"Kami sekeluarga sangat terpukul, apalagi anak saya punya dua anak yang masih kecil-kecil," tuturnya.
Nah, setelah Suwardi tak ada, ia bingung bagaimana dengan nasib istri dan kedua cucunya. Pasalnya Suwardi merupakan tulang punggung keluarga.
"Tidak hanya anak istrinya, dia (Suwardi) juga membiayai mertuanya. Kalau dia tidak ada bagaimana nasib keluarganya," katanya.
Saat ditanya terkait dengan bantuan pihak perusahaan yakni sub kontraktor PT BGP yang mempekerjakan Suwardi, memang sudah ada pembahasan, tetapi ia belum mengetahui sejauh apa bantuan tersebut.
"Ya, dari pemborongnya (sub kontraktor), bilangnya nanti akan membantu semampu mereka. Ya, artinya dari pihak pemilik galangan juga harus bertanggung jawab," pungkasnya.
Suwardi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan jasadnya rencana akan dimakamkan pada Sabtu (13/2) hari ini di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya.
Tak hanya keluarga Suwardi, awak media juga sempat bertemu dengan salah satu keluarga korban atas nama Tumiran, yang saat ini masih belum ditemukan.
Ia adalah Munarno (34) yang merupakan keponakan dari Tumiran. Sejak pagi ia bersama keluarganya, tengah berada di depan gerbang masuk.
"Ya, mau cari tahu tentang pakde saya, tetapi kami tidak dibolehkan masuk," ujarnya.
Sebelumnya pihak perusahaan diakuinya mendatangi kediamannya (kamis lalu), diminta untuk tenang dan menunggu di rumah. Tetapi, karena cemas akhirngya mereka pun mencoba mencari informasi ke pihak perusahaan.
"Iya mereka ada datang, tetapi sampai pagi (kemarin) tidak ada kabar apapun. Makanya kami bingung itu dicari atau tidak, istrinya kasihan sampe gak mau makan," bebernya.
Ia pun bersama pihak keluarga bertambah cemas, saat mendapatkan informasi jasad Suwardi ditemukan.[]
Penulis :Nancy
Editor : Rusdi