Mendengar itu, Nanang yang berada paling dekat dari sumber suara mendekat dan bergegas mengikuti permintaan wanita muda itu menuju kediamannya untuk membantu anaknya yang masih balita, karena dianiaya oleh suaminya.
"Dia minta tolong ke saya, sambil teriak panggil pakde pakde tolong, saya dipukul suami dan anak saya di atas," kata Nanang warga setempat yang menjadi saksi.
Sesampainya di lokasi, wanita berinisial SN melihat suaminya yakni AM (19) tengah menggendong buah hatinya RN yang masih berusia 4 bulan.
"Anaknya itu lagi digendong sama bapaknya, itu tidak menangis. Tetapi, di dahi anak itu ada bekas memar, tidak tahu kenapa," jelas Nanang.
Kemudian, SN langsung mengambil anaknya dari gendongan sang ayah dan akan membawa anak ini ke RSUD A.W.Sjahranie untuk melakukan pemeriksaan, dengan diantar oleh tetangganya tersebut.
"Tetapi, saat saya tunggu-tunggu ibu sama anaknya ini kok gak keluar-keluar. Dan tiba-tiba datang pak RT, yang langsung mengamankan suami ibu itu," imbuhnya.
Lebih lanjut kata Nanang, ia tak mengetahui pasti penyebab terjadinya tindak penganiayaan yang dilakukan.
"Saya tidak tahu juga apa masalahnya, tetapi kalau misalnya pergi ke warung saya, bilangnya suka dipukul suaminya," bebernya.
Sementara AM yang diamankan Anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Pelita mengatakan ia merasa jengkel karena sang istri tak mau dicium.
"Dia gak mau saya cium, makanya jengkel dan tidak nurut lagi. Ya, saya curiga dia punya selingkuhan," katanya.
"Parahnya, pas temannya laki-laki datang, roknya itu sedikit terbuka, bukannya dia benerin malam ditambah dibuka, curiga saya mereka ada hubungan," sambungnya.
Selain itu juga AM menduga jika anaknya tersebut bukanlah darah dagingnya, melainkan anak orang lain. Hal ini pula yang membuatnya naik pitam hingga menganiaya istri dan anaknya itu.
"Saya juga curiga anak itu bukan anak saya, makanya pas saya jengkel anak ini saya tenggelamkan ke dalam bak. Ya, tetapi tidak lama saya masukkan, langsung saya gendong lagi," ungkap pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga konter handphone.
Dirinya, pun mengaku menyesal, pasalnya ia tak menyangka perbuatanya tersebut sampai diketahui oleh warga sekitar, bahkan hingga ke ranah hukum.
"Niatnya mau nakut-nakutin istri saya, tetapi ternyata permasalahannya sampai besar gini. Saya menyesal pak," tandasnya.
Terpisah Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Iptu Teguh Wibowo membenarkan jika seorang ibu muda yang masih berusia 17 tahun yakni SN telah datang ke Polresta Samarinda untuk melapor.
Tetapi dirinya tak merincikan bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi. Yang jelas, SN tersebut mengalami luka di bagian kepala dan memar di lengan kanannya.
"Untuk anaknya ini, masih dirawat di rumah sakit dan SN sudah dimintai keterangan di PPA, sedangkan pelaku juga sudah diamankan, untuk selanjutnya pelaku akan kami periksa," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi