Pelakunya adalah IW, pria 31 tahun yang belakangan diketahui mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam. IW menebas Suyono yang merupakan tetangganya sendiri pukul 10.00 WITA pagi tadi.
Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto mengatakan awalnya Suyono bersama istrinya dan seorang tukang sedang memperbaiki jalan di depan rumahnya Jalan Revolusi Gang Nuri RT 07, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Tiba-tiba IW datang membawa sebilah parang berukuran kurang lebih 50 sentimeter dan mendekati Suyono. Tanpa bicara, IW langsung menimpas kepala dan tangan kanan pria 49 tahun itu.
"Saat istri korban berteriak minta tolong, warga langsung berdatangan dan IW langsung kabur meninggalkan parang yang digunakan di lokasi kejadian," kata Purwanto.
"Indikasi IW mengalami gangguan jiwa, dan saat ini kami masih melakukan pencarian . Keterangan dari korban dia tidak punya masalah sama sekali dengan pelaku," sambungnya.
IW sendiri selama ini tinggal di bangsalan, tepat di seberang rumah Suyono. "Iya pelaku orang kampung disitu juga," tutup Purwanto.
Penimpasan yang dilakukan oleh ODGJ di Kota Tepian ini jadi kedua kali dalam kurun waktu satu bulan. Suyono beruntung karena nyawanya tidak melayang seperti yang dialami La Roji karena warga Jalan Karya Baru Kampung Buton, Sempaja itu, harus kehilangan nyawa karena dikampak oleh Juliadi di bagian kepala tiga kali saat La Roji berjemur di dekat jendela mengobati penyakit stroke yang dialaminya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur