Atas informasi itu unsur tim gabungan pun langsung menuju lokasi yang dimaksud dan benar saja petugas mendapati empat remaja tersebut yang rata-rapa berusia 16 tajun di dalam satu kamar. Setelah diusut lebih dalam, ternyata kedua laki-laki tersebut adalah pelanggan yang sudah mem-booking dua remaja wanita itu melalui aplikasi MiChat.
Hal ini diungkapkan Ketua FKPM Pelita, Marno Mukti saat dikonfirmasi Minggu (24/1/2021) hari ini. "Kami dapat laporan adanya praktek prostitusi online di sebuah guest house, yang melaporkan ini ternyata teman dari dua gadis itu. Sebelumnya di pelapor juga diminta untuk melakukan hal yang sama, tetapi menolak dan langsung melaporkan kepada kami,"ungkap Marno.
Keempat remaja itu pun langsung digelandang ke Pos FKPM untuk diberikan pembinaan. "Kami lakukan pendataan dan memberikan pembinaan, kami panggil orangtua mereka karena semua masih dibawah umur," jelas Marno lagi. Keterangan dari satu remaja wanita tersebut, aktivitas prostitusi online ini sudah setahun belakangan terakhir digelutinya.
Hal tersebut diungkapkannya dilakukan karena pergaulannya yang bebas, membuatnya terjerumus dan hingga akhirnya menjajakan cinta satu malam kepada pria hidung belang. "Biasanya sekali kencan bisa dapat Rp300-500 ribu," ungkap si wanita. Awal mula terjun ke prostitusi online tersebut dirinya mengaku diajak temannya dan kemudian rekannya tersebut yang mencarikan pelanggang.
"Waktu pertama itu teman yang carikan tamu, tetapi sekarang sudah tidak lagi, karena menggunakan WeChat dan MeChat, jadi cari pelanggan sendiri," jelasnya. Namun setelah aktivitasnya ini diketahui ia pun mengaku kapok dan tak akan mengulangi perbuatanya. "Saya kapok pak, tidak akan mengulangi lagi dan mau bantu orangtua saja di pelabuhan," ujarnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur