Hal ini diungkapkan Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Dovie Eudy saat dikonfirmasi Senin (4/1/2021). Kesimpulan diambil, setelah polisi melihat rekaman CCTV pusat perbelanjaan di area P5.
Selain itu, barang-barang pribadi pemuda itu juga masih ada di dalam mobil dan tidak ditemukan unsur tindak kekerasan memperkuat dugaan bunuh diri tersebut.
"Sesuai pantauan CCTV di mal, pemuda ini masuk pukul 22.38 WITA dan langsung menuju P5. Disana dia hanya mondar mandir masuk keluar mobil. Ada jeda satu jam dan pada pukul 23.30 WITA, karena saat itu kondisi mal gelap hanya terlihat samar-samar, terlihat ada orang melompat," kata Dovie.
Pemuda itu, tetap bisa masuk mal karena saat itu malam Minggu dan mal tutup pukul 23.00 WITA. "Kalau hari biasa tutup jam 10 malam, tetapi karena malam Minggu ramai jadi jam 11 tutupnya. Lampu-lampu area parkir sudah dipadamkan. Dia bisa masuk karena akses masih dibuka untuk yang antar jemput karyawan," paparnya lagi.
Setelah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga, tidak ada autopsi atas permintaan keluarganya sendiri. “Keluarganya menolak dilakukan autopsi," tutup Dovie.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (1/1/2021) malam lalu sekitar pukul 23.30 WITA ditemukan jenazah seorang pemuda yang diduga terjatuh dari P5 ke P1 (akses keluar jalur mobil) di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Saat itu tidak diketahui penyebab jatuhnya pemuda tersebut dan saat ditemukan masih bernapas sampai akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Samarinda.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur