Penemuan tersebut bermula saat tim SAR gabungan, mendapatkan informasi, jika telah ditemukan jasad mengambang di kawasan Kelurahan Selili.
Kemudian, dari informasi tersebut tim pun langsung melakukan pengecekan, ke lokasi yang dimaksud dengan menggunakan perahu karet, untuk mengetahui kebenarannya.
Setibanya di lokasi, dipastikan jika jasad yang mengambang tersebut adalah motoris speed boat PT Pelindo bernama Wahyudi. Hal tersebut dipastikan setelah dilakukan pengencekan, yang memiliki ciri-ciri sama.
"Tim kami langsung pergi untuk memastikan apakah itu jasad yang kami cari atau bukan, dan ternyata benar karena ciri-cirinya sama," ungkap Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi saat dikonfirmasi Selasa (15/12/2020) hari ini.
"Jadi, jarak dari terakhir terlihat dan ditemukan itu cukup jauh, radiusnya 11 KM dalam keadaan meninggal dunia. Ya, artinya jasad korban ini terbawa arus sungai, karena seperti yang kita ketahui arus Mahakam ini cukup deras," sambungnya.
Lebih lanjut kata Riqi setelah dilakukan evakuasi korban tersebut, dengan menggunakan rubber boat oleh tim SAR gabungan langsung dibawa ke RSUD A.W.Sjahranie.
"Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Dan dengan ditemukannya korban operasi SAR gabungan ditutup, semua unit kembali ke kesatuan masing-masing, untuk kembali stand by," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya pada Minggu (13/12/2020) lalu seorang pandu PT Pelindo yakni Muhammad Djupri (44) telah selesai memandu ponton yang melintas di Jembatan Mahulu dan diberhentikan tepat di tikungan PT Sumalindo Harapan Baru.
Kemudian dijemput oleh Wahyudi (korban) yang merupakan motoris speed boat pandu. Saat Djupri telah naik di atas speed tiba-tiba mesin mati dan kejadian naas itu pun terjadi, speed boat milik PT Pelindo tersebut pun tersedot arus dan masuk ke bawah ponton yang sudah jalan, hingga speed terbalik.
Saat itu seorang pandu berhasil menyelamatkan diri, dengan bergegas terjun ke sungai, sesangkan sang motoris tak sempat menyelamatkan diri dan ikut tersedot arus, hingga masuk ke bawah ponton, kemudian tak terlihat lagi.
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi