Lebih lanjut dikatakannya, ia tak mengetahui identitas pria tersebut, pasalnya yang bersangkutan diketahui tak pernah melapor kepada RT. "Tidak pernah melapor, makanya gak tahu apa permasalahnnya," imbuhnya. Saat ditanya lebih jauh, Ia mengatakan jika kontrakan tersebut kerap digunakan beberapa orang berkumpul. Dan ketika dirinya melintas di depan kontrakan tersebut, orang-orang itu justru pergi.
"Iya, saya sering lihat ada orang bukan warga sekitar, keluar masuk kontrakan itu. Dan, laporan warga juga ada yang bilang kalau tempat itu sering dijadikan pesta narkoba," tandasnya. Keterangan didapat Korankaltim.com, dari seorang wanita berumur 30-40 tahunan yang datang ke lokasi. Wanita itu, awalnya enggan menanggapi pertanyaan media. Namun akhirnya ia bersedia.
"Yang punya rumah ini, sudah merusak warga di sini, karena mengedarkan narkotika. Suami saya juga sering lihat," jelasnya. Perempuan tersebut melanjutkan, bahwa pemilik rumah ini mengontrakkan pada dua orang pria yang tak dikenal oleh warga sekitar. Dua orang pria itu, termasuk pria yang ditemukan meninggal dalam posisi tergantung tersebut.
"Sering warga ditawarin kayu, barang elektronik (televisi dan kipas angin) seng bekas, onderdil motor, tidak tahu dapat darimana," bebernya. Bahkan, lanjut dia seorang warga yang sering melintas di depan gang, ketika lewat di depan rumah kontrakan, ditawari narkoba.
"Bapak ini pernah (sambil menunjuk salah satu warga sekitar) ditawari, mereka ini merusak lingkungan kami," imbuhnya. Tak hanya itu, perempuan ini mengaku bahwa adik iparnya yang ditangkap jajaran Polsek Sungai Kunjang baru-baru ini atas kasus narkotika juga karena ulah si empunya rumah. "Adik saya ditangkap karena dia juga, semoga dia cepat ditangkap," pungkasnya.
Demi mendapatkan kejelasan informasi, Korankaltim.com, menghubungi Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto. Melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto, pihak kepolisian menjelaskan saat ini masih menunggu hasil visum. "Jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit, untuk divisum. Kalau motifnya belum tahu, karena warga disini tidak ada yang mengenal," ungkap Iptu Purwanto singkat.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi