Toyib yang kesehariannya disapa Bapak Niko saat itu hendak menghidupkan mesin pompa air yang berjarak kurang lebih 200 meter dari pinggir danau di kawasan tersebut, namun tiba-tiba tersetrum.
Iwan, pemilik kos-kosan kepada korankaltim.com siang tadi menjelaskan, dirinya diberi informasi warga sekitar kalau Bapak Niko kesetrum di dekat danau. "Saya diberitahui warga, ibu-ibu Namanya Siti kalau Bapak Niko kesetrum dan langsung mengecek ke danau," kata Iwan.
Sesampai di lokasi Iwan melihat Bapak Niko sudah terkapar diantara rerumputan dalam kondisi tak bernyawa. Segera dirinya menghubungi Bhabinkamtibmas setempat dan petugas dari Polsek Samarinda Ulu bersama dengan Inafis Polresta Samarinda tiba di lokasi kejadian, langsung melakukan olah TKP.
"Untuk pemeriksaan awal, almarhum kesetrum saat mau menyalakan mesin pompa air yang ada dekat danau," ungkap Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Heri Cahyadi saat ditemui di lokasi kejadian. "Kami melihat di tubuh korban bagian dada kiri ada bekas soket listrik," ungkapnya.
Terpisah, seorang petugas PLN yang juga berada di lokasi kejadian mengaratan kalau dirinya hendak memastikan apakah aliran listrik yang menyebabkan Bapak Niko meninggal dunia dari PLN atau pelanggan. "Kami mau pastikan saja, ternyata itu bukan instalasi listrik yang kami buat, kemungkinan pihak pelanggan, dalam hal ini pemilik indekos, yang membuat,” jelasnya.
Menurutnya, membentangkan kabel beraliran listri sepanjang kurang lebih 200 meter yang berada di saluran air sangat beresiko. "Sangat berbahaya, ini biasa kami sebut kabel 'over spanning'. Apalagi, sampai kabelnya dibentang di saluran air, kalau airnya penuh ya bisa kesetrum," jelasnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur