Si wanita yang berstatus mahasiswi marah karena merasa dilecehkan oleh pria pedagang keliling yang menjual alat cukur, parfum dan alat pijat serta barang lainnya tersebut. Saat itu si pria masuk ke indekos tanpa izin dan naik ke lantai tiga padahal rumah indekos berpagar. Selanjutnya si pria yang tak diketahui Namanya itu mendatangi kamar mahasiswa dan langsung membuka pintu karena tidak terkunci. Si pria menawarkan barangnya kepada mahasiswi tersebut untuk dibeli, karena terus dipaksa akhirnya si wanita membeli namun ternyata ada niat lain dalam hati pedagang tersebut.
Bukannya pergi setelah barang dibeli, si pria justru merayu mahasiswi untuk berhubungan dengan iming-iming memberi uang Rp300 ribu. Tentu saja hal itu ditolak si wanita yang langsung marah-marah dan meminta pria tadi keluar, tapi malah pria tadi memegang tangan si mahasiswi yang langsung ditepis.
Sang mahasiswi memanggil teman-temannya satu kost dan diantara mereka ada yang merekam lewat kamera telepon genggam. Dalam video berdurasi 1.33 detik tersebut rekan si wanita yang merasa dilecehkan bertanya kepada pria tadi sambil merekam apa maksud dari si pria. "Lecehin apa mba, saya kan tidak sengaja, ya saya minta maaf, saya mau jualan," ujar pria dalam video tesebut.
Rekan korban dengan nada emosi terus menanyakan pertanyaaan yang sama, sehingga membuat pelaku panik, kemudian melarikan diri terlebih saat ibu kost datang. "Saya minta tolong ya mba maaf, saya tidak mesum kok," katanya sambil lari.
Masih tak terima dengan apa yang dialaminya, si wanita melaporkan kejadian ini kepada orum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Pelita Samarinda yang meneruskan laporan tersebut kepada polisi untuk ditindaklanjuti. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur