Kejaksaan Negeri Samarinda menghadiri rekonstruksi ini termasuk kuasa hukum kedua pelaku yaitu JS dan AP serta serta para saksi-saksi. Hanya saja rekonstruksi tak digelar di lokasi kejadian yaitu di tepian Sungai Mahakam depan Gang Raudah, Teluk Lerong, melainkan di halaman Mako Polsek Samarinda Ulu Jalan Ir H Juanda Kelurahan Air Putih Samarinda Ulu.
Sebanyak 27 adegan dilakukan untuk mengetahui kejadian, bagaimana awal mula para pelaku tersebut mendorong Gusti dan temannya Muhammad Zidan Maulana ke Sungai Mahakam. "Rekonstruksi ini untuk mengetahui secara jelas, bagaimana gambaran-gambaran perbuatan kedua pelaku," ungkap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan kepada korankaltim.com. "Ada 27 adegan yang dilakukan, tetapi dalam rekonstruksi berkembang beberapa poin tambahan," sambungnya.
Selain saksi Muhammad Zidan Maulana, polisi juga menghadirkan satu-satunya saksi mata yang melihat para pelaku bersama dengan korban yakni Muliansyah, pria berusia 38 tahun. "Saat kami meminta keterangan saksi-saksi di TKP, kami mendapatkan informasi kalau Pak Muliamsyah ini sering begadang dan melintas di kawasan itu. Makanya, kami langsung mencari saksi ini untuk dihadirkan," jelas Ridwan lagi.
Muliansyah saat ditemui mengatakan saat itu dirinya melintas di sekitar lokasi kejadian, tepat diseberang Tepian Mahakam dan mendengar suara teriakan. Saat itulah, dirinya langsung mendatangi arah suara tersebut. Saat mendekat dirinya melihat ada tiga orang berada di Tepian Mahakam. "Ada tiga orang saya lihat dari depan gang, saat saya mau dekati, ternyata dia pegang pisau (badik) dan ada orang ketakutan duduk gemetar," papar Muliansyah.
"Saya sempat mundur karena suasana sepi, tidak ada orang, kemudian setelah menoleh ke lain, ternyata tiga orang itu sudah tudak ada," sambungnya.
Diketahui, kejadian berlangsung pukul 02.00 WITA, di Tepian Mahakam tepatnya Jalan RE Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu, kedua pelaku JS dan AP tersebut dengan modus pura-pura meminta rokok, kemudian sambil menunjukkan handphone pelaku, bertanya apakah mengenal orang tersebut.
AP mendorong Zidan ke Sungai Mahakam yang saat itu duduk menghadap ke jalan raya di atas turap, kemudian menyusul JS mendorong Gusti yang saat itu posisi menghadap samping, dengan duduk bersila. Setelah masing-masing pelaku mendorong keduanya, handphone milik Gusti yang diletakkan diatas turap diambil dan keduanya langsung kabur.
Zidan bernasib lebih baik karena berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan para pinggir turap, setelah menempuh jarak kurang lebih 100 meter menuju Intake Teluk Lerong.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur