"Kalau indikasi itu (diedarkan di lingkungan sekolah) belum bisa kami pastikan, masih kami dalami lagi, karena dia ngakunya belum ada dijual, apalagi sekolah juga masih libur," kata Dalimunthe.
Seperti diketahui, pria berusia 49 tahun yang jadi penjaga sekolah tersebut diamankan setelah polisi menemukan ribuan pil double L siap edar, Sabtu (28/11/2020) malam akhir pekan tadi bersama alat pembuat pil haram tersebut
Dalimunthe menjelaskan kalau Ogok memang belajr membuat pil double L hanya dengan belajar di Youtube. "Dia buka Youtube itu, bagaimana supaya pil ini bisa padat dan tidak hancur, karena saat dia buat itu hancur, makanya melihat panduan di youtube supaya bisa padat," ungkapnya.
Mengenai kandungan bahan yang digunakan oleh pelaku untuk memproduksi double L tersebut, saat ini pihaknya akan memeriksaan terlebih dahulu ke laboratorium. "Masih kami periksa dulu ke laboratorium jenis kandungannya. Yang jelas itu capurannya ada dua bahan serbuk, obat sirup maag. Setelah berhasil membuat doubel L ini, dia tinggal mencari logo untuk pil hasil produksinya yang belum dia dapat," papar Dalimunthe.
Pengakuan dari Ogok, ia hanya memberikan modal dan bertugas untuk mencetak atau memproduksi pil double L tersebut. "Pelaku katanya hanya disuruh untuk memproduksi, kalau yang jual nantinya temannya itu. Ini masih akan kami dalami lagi terkait rekan pelaku, tetapi ngakunya belum ada dijual," tutup Dalimunthe. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur