"Saya kira dia pintar berenang, makanya saya dorong, supaya gak dikejar," kata JS, Senin (23/11/2020).
Seperti diketahui, dua terduga pelaku pendorong Gusti Dwi Prasojo (18) dan Muhammad Zidan Maulana (19), berhasil diringkus tim gabungan dari unsur Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda serta Polda Kaltim.
Keduanya diamankan di tempat berbeda, pelaku berinisial JS (24) lebih dahulu diamankan petugas pada Kamis (19/11/2020) lalu sekitar pukul 19.00 WITA di pelabuhan Pare pare, sedangkan AP (21) keesokan harinya Jumat (20/11/2020) di kediamannya kawasan Samarinda Seberang.
Yang memilukan, JS sendiri mengaku tak tahu akibat perbuatannya Gusti harus kehilangan nyawa. Meskipun rekannya Zidan berhasil selamat.
"Saya enggak tahu kalau korban meninggal, baru tahunya saat ditangkap di Pare Pare. Karena, niatnya memang mau kesana, nenek saya lagi sakit," ungkap JS.
Seperti diberitakan sebelumnya, JS pemuda 24 tahun seorang residivis alias mantan narapidana yang pernah dipenjara karena kasus curanmor dan baru keluar dari hotel prodeo Maret 2020 lalu lewat program asimilasi gelombang pertama, ditangkap karena menjadi terduga pelaku utama pendorong Gusti Dwi Prasojo, pemuda 18 tahun dan temannya Muhammad Zidan Maulana saat keduanya nongkrong di Tepian Mahakam, tepatnya di depan Gang Raudah Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir, Samarinda pada Selasa (17/11/2020) dini hari lalu.
Akibat perbuatannya itu, Gusti meregang nyawa karena tak mampu menyelamatkan diri. Zidan bernasib lebih baik, bertahan dengan memegang tembok tepian.
JS ditangkap di pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan dan sempat mendapat hadiah timah panas dari petugas Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda serta Polda Kaltim yang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Penulis : Nancy
Editor : Rusdi