Kristina, teman GD menjelaskan, sekitar pukul 21.00 WITA GD menerima telepon dari kekasihnya. Dalam percakapan telepon tersebut kekasih GD meminta kepada Kristina untuk melihat GD di bangsalannya, pasalnya dikatakannya GD sedang sakit. Kristina pun bergegas menuju bangsal GD yang tepat berada di sebelah bangsalnya.
Tetapi saat pintu diketuk oleh Kristina, ia tak mendapatkan jawaban dari GD, kemudian dirinya pun langsung memanggil Abdullah, pemilik bangsalan. Abdullah bersama RT setempat serta warga sekitar pun mendobrak pintu bangsal GD, karena juga tak mendapatkan respon. Dan saat terbuka GD telah gantung diri di pintu kamarnya, dengan leher terjerat kain jarik.
Abdullah pun dengan dibantu warga menurunkan tubuh GD dan melepas jeratan kain jarik yang ada di leher GD, yang kemudian langsung dilarikan ke RSUD I.A.Moeis guna diberikan pertolongan. Tetapi, saat diberikan upaya pertolongan, nyawa ibu satu anak ini tak selamat. Hal ini kemudian menjadi pertanyaan bagi rekan serta warga sekitar, pasalnya sebelum aksi nekatnya itu, GD sempat live streaming alias siaran langsung di akun pribadi Facebooknya berdurasi 49 detik. "Dari percakapan pelaku gantung diri (GD) melalui pesan Whatshapp dengan kekasihnya (Mussakir), diketahui mereka sedang bertengkar karena kekasihnya itu memiliki pacar lain di Sulawesi," ungkap Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto, melalui Kanit Reskrim, Iptu Purwanto saat ditemui di Mako Jumat (20/11/2020) hari ini.
Bahkan dalam keributan melalui pesan singkat itu, GD mengungkapkan keinginannya untuk melakukan bunuh diri. "Setelah itu kekasihnya itu minta tolong sama tetangganya yang disebelah bangsalannya, untuk melihat GD yang sedang sakit," ujar Purwanto.
Berdasarkan pesan antara GD dan kekasihnya itulah, petugas memastikan GD murni gantung diri. "Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya bekas jeratan kain jarik di lehernya saja," tutup Purwanto. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur