Jajaran dari Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda serta Polda Kaltim menangkap JS di Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, setelah berangkat dari Samarinda.
Awalnya penangkapan JS hasil penyelidikan Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda dan Polda Kaltim. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah saat ditemui di Mapolresta Samarinda Jumat (20/11/2020) hari ini mengatakan pihaknya berhasil mengetahui identitas para pelaku yang satu diantaranya adalah JS berdasarkan petunjuk-pentunjuk di Tempat Kejadian Perkara (TKP), alat bukti, hasil autopsi, serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak. "Ada 9 saksi yang kami mintai keterangan, hingga rekan-rekan serta keluarga korban," jelas Yuliansyah.
Setelah mengetahui identitas para pelaku, berdasarkan petunjuk yang ada, diketahui JS berada di Parepare. JS menuju Parepare menggunakan KM Aditya dari Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Kelurahan Karang Mumus Samarinda Kota pada Kamis (19/11/2020) pagi kemarin dan sandar di Pelabuhan Parepare sekitar pukul 19.00 WITA malam. "Anggota kami langsung kesana dan stand by, saat kapal sandar, langsung diamankan di dalam kapal," ungkapnya. "Saat ini kami masih mendalami keterangan JS," sambung Yuliansyah.
JS diduga ke Parepare untuk menghilangkan jejak. "Dia mau menghilangkan jejak, tetapi kami berhasil mengamankan sebelum lebih jauh dia menghilang," sebutnya.
Yuliansyah menerangkan berdasarkan penglihatan kasat mata, pada jasad Gusti ada luka di bagian bawah leher. "Belum diketahui apa penyebabnya, apakah ada benturan sebelum didorong karena kami masih menunggu hasil autopsi dari dokter," ucap Yuliansyah.
Berdasarkan keterangan dari ibu almarhum, saat itu anaknya membawa uang senilai Rp1,7 juta. "Itu keterangan dari ibu korban, dan uang tersebut tidak ada kami temukan pada jasad korban, juga kantong celananya saat jasadnya ditemukan kondisi terkeluar," sebut Yuliansyah.
Polisi masih memburu satu pelaku lainnya, yang diduga juga terlibat dalam kejadian tersebut. Diberitakan sebelumnya,
Diberitakan sebelumnya, peristiwa terjadi Selasa (17/11/2020) dini hari lalu pukul 02.00 WITa. Gusti bersama temannya, nongkrong di turap beton Tepian Mahakam di Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir. Dua orang lain tak dikenal yang ada di sekitarnya, tiba-tiba mendorong Gusti dan temannya, hingga tercebur ke Mahakam. Kedua orang itu pun lalu kabur.
Pencarian dimulai di hari yang sama. Bahkan, tim SAR gabungan, selain penyisiran sungai, juga melakukan penyelaman. Kasus itu dalam penyelidikan kepolisian, setelah Rabu (18/11), Satreskrim Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur