Pemuda 19 tahun itu diketahui selamat dari aksi yang diduga dilakukan orang tak dikenal saat itu yang membuat Gusti, pemuda 18 tahun rekan Zidan, menghilang diduga tenggelam dan sampai hari ini belum ditemukan.
"Kami masih dalami keterangan dari Zidan. Kami juga sudah menggelar pra rekonstruksi, dari awal datang hingga kejadian dan akhirnya dia melaporkan ke polisi," ungkap Yuliansyah.
"Kami juga, melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV dan saksi-saksi yang ada di lokasi. Karena, dalam kasus ini hanya ada satu saksi mata (Zidan), makanya pra rekon dilakukan dan ini masih berlangsung," sambungnya.
Diharapkan Yuliansyah dengan dilakukannya pra rekonstruksi tersebut nantinya akan ada petunjuk-petunjuk baru. "Mudahan ada petunjuk baru, untuk mengungkap kebenaran, temasuk dari keterangan saksi," harapnya.
Terkait dengan ciri-ciri yang diduga mendorong kedua pemuda tersebut, berdasarkan keterangan Zidan tak melihat dengan jelas, karena saat itu kondisi di lokasi kejadian gelap. "Ciri-ciri fisiknya tidak diketahui karena menurut keternagan saksi saat itu gelap," papar Yuliansyah.
Diberitakan sebelumnya, Zidan mendatangi Gusti yang saat itu sedang nongkrong sendirian di Tepian Mahakam, tepatnya di depan Gang Raudah Jalan RE.Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu.
Saat tiba disana, Zidan melihat ada dua orang tak dikenal bersama dengan Gusti tetapi menurut keterangan rekannya itu ia tak kenal. Tak lama, saat dirinya ngobrol bersama dengan Gusti, Zidan didorong oleh orang tersebut, kemudian menyusul Gusti yang juga diduga didorong oleh orang tersebut. Zidan berhasil menyelamatkan diri dengan berpegang pada cor-coran semen Tepian Mahakam, sementara Gusti, diduga tenggelam karena saat dipanggil oleh rekannya korban tak menjawab. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur