"Tetapi, dari keterangan temannya, tidak ada keluhan sakit, kemarin almarhum masih terlihat sehat hingga malamnya, dan subuh tadi sekitar pukul 03.30 WITA dia juga masih sempat nonton TV dan salat," tutur Kalapas Samarinda, saat dikonfirmasi Minggu (18/10/2020) hari ini.
Sayang, saat hendak dibangunkan sekira pukul 06.30 WITA, yang bersangkutan tidak juga terbangun.
"Sudah tidak gerak. Makanya, langsung di bawa ke rumah sakit, dan ternyata dapat informasi sudah meninggal," sambungnya. "Saya belum tahu pasti, karena hari ini Minggu, jadi besok akan saya periksa lagi," katanya.
Ditanya adanya kemungkinan, yang bersangkutan meninggal karena Covid-19, M Ilham mengaku tak bisa memastikan. "Kami tidak tahu Covid-19 atau tidak, karena tidak ada informasinya dan penyerahan jenazah juga tidak ada protokol kesehatan dan kami antar ke rumah duka," terang Ilham.
Tetapi, terkait adanya informasi tersebut dia mengaku dari pihak Lapas Klas II A Samarinda telah menerapkan protokol kesehatan. "Kami tidak menerima kunjungan dan titipan makanan, serta mewajibkan masker, juga setiap blok itu ada pencucian tangan," pungkasnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah mengatakan saat mendapatkan laporan pihaknya langsung menurunkan tim Inafis untuk dilakukan pemeriksaan, tetap dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. "Sudah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan dan almarhum ini memilik riwayat jantung," katanya saat dikonfirmasi Minggu (18/10/2020) .
"Dan pihak keluarga juga tidak ingin dilakukan autopsi dan langsung dibawa oleh pihak keluarganya ke Kukar," sambungnya. Lebih lanjut dikatakannya, almarhum ini merupakan warga binaan Lapas Tenggarong dan di Lapas Samarinda hanya dititipkan.
"Iya, sudah sebulan belakangan terakhir, kalau soal dia covid-19 kami tidak tahu, karena kami hanya memeriksa saja penyebab kematiannya. Tetapi, tetap petugas kami menggunakan APD lengkap sesuai protokol kesehatan," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi