Kasatpolair Polres Kukar AKP T Zia Fahlevie menuturkan, kapal Kompas 58 tenggelam lantaran terhisap oleh tongkang Langkat Jaya akibat arus deras.
Awal mula, empat orang, termasuk korban selesai mengangkat jangkar kapal tongkang Langkat Jaya untuk berlayar. Saat itu, kapal tongkang tidak bermuatan.
Ke empat ABK TB Tanjung Pura tersebut sempat kembali ke kapal tagboat. Namun karena ada kunci mekanik yang tertinggal di kapal tongkang tadi, tiga orang terdiri dari seorang ABK bernama Ahmad Jaya (25), Juragan Kapal Kompas 58 Abdul Rahman (47) dan korban kembali lagi ke kapal tongkang untuk mengambil kunci tersebut.
Korban sebelumnya sudah diperingatkan ABK lainnya untuk tidak kembali mengambil kunci yang tertinggal itu, namun korban tetap memaksa untuk mengambilnya lantaran takut kunci tersebut hilang atau dicuri.
Sekembalinya salah seorang saksi dari mengambil kunci tersebut, arus sungai di tikungan GP yang sangat deras menyebabkan bagian depan kapal Kompas 58 terhisap di bagian depan kapal tongkang.
Posisi korban dan salah satu saksi berada di atap saat itu, sementara juragan kapal Kompas 58 berada di dalam kapal.
Korban yang masih berada di atas atap kapal Kompas 58, bersama satu saksi lainnya pun sontak loncat ke sungai, tepatnya bagian kiri kapal tongkang untuk mencoba menyelamatkan diri. Kapal Kompas lainnya datang untuk menyelamatkan ketiga orang tersebut.
Namun naas, hanya satu ABK dan juragan kapal Kompas 58 yang terselamatkan saat itu. Korban tidak lagi terlihat di permukaan air, kapal Kompas 58 pun juga tenggelam.
"Sekitar 10 menit dilakukan pencarian korban juga tidak ditemukan," kata Zia kepada Korankaltim.com.
Kemudian kapal kompas yang berhasil menyelamatkan dua orang saksi tersebut kemudian segera menuju TB Tanjung Pura XIX untuk memberitahukan musibah yang menyebabkan hilangnya satu orang tersebut.
Hingga akhirnya, jasad Alwi pun diketemukan hari ini. Petugas SAR dengan APD lengkap turun mengevakuasi jasad tersebut.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan