"Saya, sempat dengar dia batuk-batuk terus, sehingga langsung saya datangi ke kamarnya untuk melihat kondisinya, tetapi saat masuk mulutnya sudah berbusa. Karena saya takut dan tidak berani mendekat, saya langsung lapor pak RT," papar Wahid.
Sementara keterangan dari Ketua RT 30 M Hatta, dirinya mendapatkan informasi itu, langsung mendatangi lokasi kejadian. "Setahu saya dia sehat-sehat saja, karena masih sempat bertemu saat salat Jumat tetapi ada laporan dari warga Dani sakit dan saat tiba disana sudah tidak bernyawa," terang Hatta saat dikonfirmasi Minggu (27/9/2020) hari ini.
Jenazah Dani langsung dievakusai ke RSUD AW Sjaharie oleh Tim Inafis Polresta Samarinda dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, sesuai protokol Covid-19. Terpisah Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto mengatakan setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung turun ke TKP untuk mengecek.
"Saat petugas dating Dani sudah tidak bernyawa dengan kondisi terlentang diatas tempat tidur, kedua kaki menyentuh lantai, mulut mengeluarkan busa. Saat itu Dani mengenakan baju kaos warna hijau dan celana pendek merah muda," kata Purwanto.
Terkait dengan dugaan korban meninggal, diduga kuat karena sakit. "Dugaan kuatnya sakit, karena kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum," jelas Purwanto. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur