Diterangkan Rustam, saat orderan tersebut masuk ke aplikasinya, pengorder meminta untuk dibelikan air mineral dalam kemasan ukuran besar, minuman kemasan berenergi, serta makanan ringan.
"Setelah saya sampai di Taman Samarendah, dia bilang minta dibelikan pulsa Rp50 ribu, tetapi saya bilang tidak ada konter dekat sini," ucap laki-laki berusia 28 tahun itu, saat ditemui di Polsek Samarinda Kota Senin siang.
"Saat saya sampai di Polsek, saya telepon, tetapi nomornya langsung dimatikan, kemudian saya telepon lagi tidak diangkat," sambungnya.
Rustam menambahkan, orderan tersebut diterimanya karena, melihat foto profilnya tersebut berseragan polisi.
"Iya dia pakai seragam foto profilnya, perawakannya itu tinggi putih. Tetapi, gak lama fotonya dihapus," imbuhnya.
Akibat orderan fiktif tersebut Rustam hanya bisa pasrah, dan mengalami kerugian Rp52 ribu. Jumlah itu, memang tak seberapa. Namun, bagi Rustam yang setiap hari harus bertaruh nyawa berkendara di jalanan, uang itu amat bernilai.
Apalagi, jika dikonversi ke mata uang Zimbabwe. Nilainya sungguh fantastis. Berdasarkan laman Curvert.com, per Senin 21 September 2020, kurs Rp1.000 sama dengan 40.568 Dollar Zimbabwe (Z.$). Artinya, jika dikonversi nilai kerugian yang diderita Rustam mencapai Z.$ 2,16 miliar.
"Iya, untung ada ibu kantin di polsek yang mau membeli pesanannya," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi