Erik ke bangsalan keluarganya itu tetapi saat pintu diketuk beberapa kali tak ada jawaban dari dalam yang membuat Erik memutuskan memanggil rekan Marceloa bernama Mario untuk bersama-sama membangunkan saudaranya.
Tak jua ada jawaban meski pintu sudah diketuk dengan keras, Erik dan Mario mengintip lewat jendela namun tak ada di tempat tidurnya yang berada di ruang tamu. Karena merasa ada yang janggal, Erik yang panik langsung memanggil Ketua RT setempat dan mendobrak pintu bangsalan.
Begitu pintu terbuka Marcelo terlihat menggantung di diding kamar menggunakan kabel, dengan lidah terjulur mengenakan baju kaos putih celana jeans panjang warna hitam.
"Saya datang ke bangsalannya mau ngajak ke Balikpapan ketemu keluarga. Hari Minggu (13/9/2020) malam kemarin dia masih pergi ibadah di gereja dan saya lihat mukanya murung. Memang dia orang tertutup tidak banyak cerita. Mungkin dia depresi karena mendengar ibunya baru saja meninggal di Jakarta," papar Erik.
Kapolsek Samarind Kota, AKP Aldi Harjasatya mengatakan pihaknya bersama anggota langsung ke lokasi gantung diri Marcelo begitu mendapat laporan dari warga.
“Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Marcelo," kata Aldisaat ditemui di Mako Polsek Samarinda Kota Jalan Bhayangkara Senin (14/9/2020) hari ini.
Jenzah Marcelo langsung dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) untuk dilakukan visum. "Dugaannya kemungkinan besar karena depresi ibunya meninggal, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan, penyebab pastinya dia gantung diri," sebut Aldi. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur