Saking dekatnya dan merasa sudah percaya dengan Zee, Kurnia pun tak ragu memberitahu pin ATM ayahnya yang jadi awal niat jahat Zee dan kemudian diam-diam mencuri ATM tersebut dan menukarkan dengan ATM lain.
Zee melancarkan aksinya tersebut sejak April sampai Mei, menguras habis isi dalam ATM tersebut hampir mencapai Rp1 miliar, tepatnya sebesar Rp888 juga lebih.
Uang itu oleh Zee dipakai untuk berfoya-foya, membeli mobil bekas jenis sedan diatas Rp40 juta untuk dimodifikasi, membeli motor gede jenis CBR, membayar kontrakan Rp20 juta, serta perhiasan untuk kekasih barunya.
"Setelah menguras habis isi ATM itu, Kurnia ditinggal dan Zee ternyata memiliki kekasih baru namanya Momon, yang dibelikan perhiasan," ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Dovie Eudy saat dikonfirmasi Minggu (13/9/2020) hari ini.
Kekasih baru Zee tidak tahu jika uang yang dibelikan perhiasan tersebut adalah hasil menguras ATM ayah mantan kekasihnya. "Dia kira itu uang Zee sendiri," imbuhnya.
Kasus ini itu terungkap setelah ayah Kurnia hendak menarik uang di ATM, tetapi nomor pin yang dimasukkan selalu salah, hingga ketiga kalinya terblokir. "Ayah Kurnia langsung mendatangi kantor pusatnya, ternyata dari petugas bank mengatakan ATM itu bukan atas nama dirinya, melainkan orang lain," sebut Dovie.
"Karena curiga, ayah Kurnia langsung meminta untuk membuka rekening koran dan ternyata benar, uangnya itu terkuras habis dan langsung melaporkan ke Polresta Samarinda," sambungnya.
Korban diketahui membuat laporan pada 25 Agustus lalu dan saat itulah anggota Tim Macan Borneo langsung melakukan penyelidikan terhadap Zee.
"Kami memang sudah incar, tetapi saat kami mau amankan dia selalu berhasil kabur. Kami kerjasama dengan FKPM, Momon kekasih baru Zee juga klarifikasi kalau dia tidak tahu apa-apa soal perbuatan pacarnya itu dan ternyata saat itu ditemani Zee, kemudian FKPM langsung menghubungi kami, dan mengamankan Zee," bebernya.
Uang milik ayah Kurnia yang dikuras Zee dari ATM tersebut ternyata hendak digunakan untuk membuka usaha berupa warung makan, tetapi batal karena uangnya sudah habis
"Uang hasil jual tanah, mau digunakam untuk usaha warung dan hanya tersisa di ATM Rp115 juta," ungkap Dovie.
Zee sudah diserahkan ke Polsek Loa Kulu, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebanyakan dilakukan di daerah Loa Kulu Kutai Kartanegaran. "Setelah kami introgasi kami serahkan ke Polsek Loa Kulu untuk diproses," tutup Dovie. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur