Merasa diabaikan, orang tersebut menghadang Mahadir, yang seketika berhenti. Pengendara Nmax pun turun dari motornya, dan langsung mengancam Mahadir, dengan sumpah serapah. Salah satu yang diingat Mahadir adalah, pengendara Nmax itu menyebutkan kata "Komunitasmu itu menggangu, jangan macam-macam, kalau tidak saya habisi kalian semua,". Setelah menyelesaikan kalimatnya, pengendara Nmax itu melayangkan pukulan ke arah Mahadir. Beruntung, ia sempat, menghindar dan balik memukul, untuk membela diri.
Saat itulah, pengendara Nmax tersebut langsung menarik parang panjang dari balik badannya dan mengarahkan ke Mahadir., Reflek, Mahadir menangkis dengan kedua tangannya hingga menyebabkan luka bacokan dikedua tangannya bahkan urat nadi tangan kiri putus.
Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan menjelaskan, pengendara Nmax yang kini ditetapkan sebagai pelaku itu, beraksi, dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
"Bilangnya mulutnya bau alkohol dan matanya merah," ungkap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, M Ridwan saat ditemui Minggu (6/9/2020).
Lebih lanjut dijelaskannya, saat kejadian tersebut ada saksi yang melihat, yakni pengendara roda empat seorang pasutri sempat mengejar pelaku yang lari ke arah Jalan MT Haryono, tetapi tak berhasil.
"Setelah melukai korbannya, pelaku langsung kabur dan dikejar saksi, tetapi pelaku keburu menghilang," terangnya.
Dan untuk saat ini korban masih dalam perawatan, pasca menjalani operasi akibat luka bacokan tersebut.
"Tangannya sudah di operasi dan saat ini dalam proses pemulihan di rumah sakit," imbuhnya.
Saat petugas tengah melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan telah mengatahui pemilik motor yang digunakan oleh pelaku tersebut.
"Jadi, pemilik motornya warga Kukar dan itu kami sedang telusuri serta mencari pentunjuk lain seperti CCTV di sekitar TKP," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi