"Kemarin saya sempat antarkan makan dan juga saya chat, tapi gak dibalas, makanya pagi tadi saya datangin ke kosnya " kara Nur Khouriah, rekan Afif saat ditemui TKP.
Namun, saat tiba, Nur merasa curiga lantaran ketika dipanggil tak ada sahutan. Pintu bangsal pun tidak terkunci, saat masuk dirinya terkejut, pria berperawakan tambun itu, sudah terbujur kaku tanpa mengenakan busana.
"Saat masuk sudah gak bernafas, dengan posisi terlentang dengan jempol kiri di mulut. Setelah itu saya langsung panggil pemilik bangsal dan pemilik bangsal melaporkan ke RT setempat," terangnya.
Mengetahui korban memiliki riwayat perjalanan ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat, warga sekitar tak berani mendekat.
Diketahui Afif tiba di Kota Tepian pada hari raya Iduladha atau sekira dua minggu lalu.
"Dia memang ada ngeluh sakit juga. Dia memang kemarin kondisinya demam dan batuk," pungkasnya.
Tim Inafis Polresta Samarinda bersama relawan melakukan penyemprotan cairan desinfektan ketika mengevakuasi korban. Petugas juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan dari pemeriksaan awal, korban meninggal diduga karena sakit. Pihaknya menemukan obat diet.
"Diduga karena sakit karena kami temukan ada obat diet. Selain obat dan suplemen, juga uang belasan juta rupiah," pungkasnya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD AWahab Sjahranie untuk dilakukan visum.
Penulis: Nancy
Editor: M.Huldi