Korban, pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya yakni Maimunah (60), saat hendak menjenguk sang adik. Pasalnya dari penuturan Maimunah, sudah sepekan lebih sang adik tak ada kabar, sejak 9 Agustus lalu.
"Sudah 10 harian lalu, terakhir ketemu itu dia sempat minta uang Rp25 ribu untuk beli rokok, setelah itu saya pulang," kata Maimunah. Ia bercerita, sempat menelpon sangat adik sekitar lima hari lalu, tetapi handphone korban tidak aktif.
Karena merasa khawatir, akhirnya ia mendatangi kediaman sang adik untuk memastikan. Rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, ketika Maimunah tiba. Akhirnya pintu dibuka dengan menggunakan kunci ganda.
"Saat masuk, tercium bau menyengat dan saat saya ke kamar adik di lantai dua dia sudah meninggal. Saya teriak minta bantuan ke warga," ujar Maimunah menceritakan kronologi penemuan adiknya.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro saat dikonfirmasi Kamis (20/8/2020) pagi, mengatakan ia bersama anggotanya telah mengecek langsung sesaat setelah mendapatkan laporan adanya penemuan mayat tersebut.
"Kami langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama dengan tim Inafis Polresta Samarinda. Dari pemeriksaan awal kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, ya diduga dia ini sakit," terangnya.
"Dan barang pribadi milik korban juga masih ada, juga pintu rumah yang dikunci dari dalam," sambungnya.
Setelah itu, korban pun langsung dievakuasi oleh tim inafis dengan dibantu relawan Samarinda ke kamar jenazah RSUD A.Wahab Sjahranie.
"Tetapi, kami juga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, penyebab pasti dia meninggal karena apa," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi