"Pelaku yang belum tertangkap ini pernah cekcok mulut dengan toko emas yang dirampok ini,"kata Kapolres Kukar, AKBP Andrias Susanto Nugroho.
Kendati demikian, polisi masih mendalami motif di balik perampokan tersebut.
"Masih kita dalami lagi motifnya, karena pelaku utama masih kita cari,"katanya.
Seorang pelaku mengaku, bersedia saat disuruh merampok sebuah toko emas karena dijanjikan uang Rp 50 juta oleh RY.
"Uang itu nantinya untuk membayar utang Rp 100 juta ayah saya yang dipenjara karena narkoba di Samarinda, " katanya, Jumat (31/7/2020).
Sementara salah satu pelaku lainnya mengaku ikut merampok toko emas agar bisa membeli ponsel baru.
Dia, selama ini, saat belajar dari rumah, hanya menggunakan ponsel milik orangtuanya.
"Buat beli hape, belajar online. Saya enggak punya hape, belajarnya pinjam hape orangtua,"katanya.
Sebelum merampok, keempat kawanan ini sempat melakukan perencanaan di sebuah tempat.
Upaya perampokan, seperti pengakuan pelaku, sudah dirancang dengan sangat baik termasuk bagi hasil perampokan nantinya.
"Masing-masing pelaku akan diberikan Rp50 juta dari hasil rampokannya. Dan dari pengakuan sementara, ketiga pelaku di bawah umur ini diberikan uang muka sebesar Rp200 ribu untuk ongkos bensin,"tandasnya.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Kutai Kartanegara berhasil mengamankan tiga remaja di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMA ini pada Kamis (30/7/2020).
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi