Anak Tiri Disetubuhi di Semak-Semak, Modusnya Ajak Beli Casing Baru Ponsel
1 menit baca297 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kasus asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Tepian, Samarinda. Pelakunya juga orang terdekat korban.
Pencabulan tersebut dilakukan oleh ayah tiri korban, pria 28 tahun, di kawasan Palaran.
Terungkapnya hal tersebut setelah korban berusia 14 tahun tersebut mengadu kepada ibu kandungnya.
Sang ibu pun melaporkan kepada pihak RT setempat, hingga ke Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Korwil Kaltim.
Asna (49) Ketua RT setempat mengatakan, keterangan dari korban, diajak oleh pelaku untuk membeli casing Ponsel pada Rabu (22/7/2020) kemarin.
Ternyata, korban malah dibawa ke semak-semak di kawasan Palaran. Disitulah korban disetubuhi.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian mengancam korban untuk tidak mengadu ke siapapun. "Bilangnya, kalau sampai dia bilang, pelaku akan membunuh ibunya," katanya.
Meski mendapatkan ancaman dari pelaku, korban tetap memberanikan diri mengadukan perilaku ayah tirinya.
"Setelah korban dan ibunya memberitahukan ke saya, dia juga memberitahukan ke mantan suaminya," tuturnya.
"Ayah kandungnya tidak terima, dia langsung melaporkan ke TRC PPA untuk mendapatkan pendampingan kasus ini," sambungnya.
Kasus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku tersebut pun akhirnya diketahui oleh warga setempat. Pelaku nyaris menjadi sasaran amukan warga.
Pelaku, belakangan diketahui merupakan residivis kasus penganiyaan. "Hampir saja diamuk warga, tetapi saya omongin ke warga jangan main hakim sendiri," pungkasnya.
Rina Zainun, Ketua TRC PPA Korwil Kaltim, mengatakan, setelah mendapatkan pengaduan, pihaknya langsung melakukan pendampingan dan melapor ke Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Kamis (23/7/2020) hari ini.
"Kami sudah lakukan visum, tinggal menunggu hasilnya untuk melengkapi berkas laporan ke polisi," singkatnya.
Kasubag Humas Polresta Samarinda AKP Annisa Prastiwi mengatakan belum menerima laporan. "Tetapi, saya akan cek dulu ya, kalau ada nanti saya sampaikan," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: M.Huldi









