Aksi mereka itu sebagai bentuk protes karena selama dua pekan tidak bisa bekerja sementara kebutuhan keluarga setiap hari harus terpenuhi.
Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi meminta kepada seluruh sopir truk untuk mengirim perwakilan mereka bermusyawarah di ruang Rapat Bappekat DPRD Paser untuk menjaga ketertiban. "Para sopir meminta agar mendapatkan solusi dari permasalahan yang terjadi di Batu Sopang. Kami meminta kepada sopir batu bara mengirim perwakilan mereka untuk bermusyawarah," ucap Hendra kepada Korankaltim.com.
Hendra mengapresiasi upaya sopir truk yang bernegosiasi dengan warga meskipun tidak menemukan solusi yang baik. "Kami hanya jadi fasilitator untuk aspirasi masyarakat, sementara untuk kewenangan penentuan hukum berada di kementerian dan pemerintah provinsi," jelasnya.
Perwakilan sopir truk angkutan batu bara Bambangsis mengatakan, mereka sempat melakukan dialog dan negosiasi dengan warga yang melaksanakan aksi namun warga tetap tak ingin ada truk angkutan batu bara yang melintas. "Sewaktu dihentikan kami sudah meminta baik-baik kepada warga yang memblokade jalan agar kami bisa tetap melintas membawa batu bara ke pelabuhan dan berhenti setelah itu, namun warga tetap tidak berkenan, inilah yang menjadi pemicu aksi sopir yang menerobos portal warga beberapa waktu lalu," ucap Bambangsis.
Hingga saat ini para sopir truk sudah tidak bekerja sementara mereka memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu Bambangsis ia meminta agara DPRD Paser bisa memberikan solusi agar permaslahan tersebut bisa cepat selesai. "Kami juga butuh ekonomi untuk keperluan keluarga, hanya ini yang bisa kami lakukan, hari ini kami minta agar DPRD Paser bisa memberikan kami solusi," pintanya.
Hadirnya PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang berlokasi di Sungai Baru Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin menurutnya membuka lapangan kerja bagi masyarakat Paser karena dari 300 sopir Sebagian besar merupakan warga Paser. "Seharusnya bisa berterima kasih kepada PT Mantimin karena membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, sebagian besar sopir merupakan warga Paser," tutup Bambangsis.
Editor: Aspian Nur