Satu jam lebih angin puting beliung melanda kawasan tersebut membuat sekitar 20 rumah, satu musala dan dua bangunan sarang burung walet rusak. Angin ribut tersebut baru berhenti sekitar pukul 08.00 WITA.
Komando Recue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Marwansyah kepada Korankaltim.com menjelaskan hal tersebut. "Kami mendapatkan informasi ada angin puting beliung, saat ini kami masih melakukan pengumpulan data dari tim yang berada di Lapangan," ucap Marwansyah.
Dari data yang berhasil dikumpulkan, ada 20 rumah warga yang rusak, masing-masing ditempati Arbain yang atap rumahnya rusak total, rumah Agus mengalami kerusakan atap 50 persen, rumah Hasmiah atap rumah rusak 40 persen, Buhe atap dan teras rumah rusak 40 persen, rumah Halkin atap dan teras 40 persen rusak, atap rumah Rauf hancur 40 persen sementara sisanya mengalami rusak ringan.
Untuk musala juga mengalami kerusakan pada bagian atap memcapai 50 persen dan dua bangunan sarang burung walet rusak 40 persen. "Warga sudah dievakuasi, sebagian memilih mengungsi di rumah warga yang tidak rusak," ucapnya.
Saat ini warga masih membutuhkan bantuan berupa terpal untuk menutupi bagian atap rumah yang rusak. Selain itu, untuk penyaluran bantuan logistik, BPBD Paser masih menunggu informasi dari Kecamatan Tanjung Harapan.
"Kalau sudah ada informasi valid tentang jumlah kepala keluarga terdampak kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan juga Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertamanan, selanjutnya kami baru akan salurkan bantuan Logistik," tutup Marwansyah.
Editor: Aspian Nur