Kabut Asap Masih Ada, Penyakit ISPA di Paser Menurun
1 menit baca656 kali dibaca

Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER - Cuaca panas dan asap imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Kabupaten Paser. Kabar gembiranya adalah, gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut mengalami penurunan, terutama penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Paser Jon Jauhari menjelaskan, asap yang saat ini semakin tebal pastinya berdampak pada kondisi udara dan gangguan kesehatan masyarakat.
"Cuaca panas mempengaruhi daya tahan tubuh karena dehidrasi, ditambah lagi kondisi asap yang tebal tentunya ini akan berdampak pada kondisi udara yang sehat," kata Jon kepada Korankaltim.com Kamis (12/10/2023).
Data yang dihimpun Dinkes Paser, sejak Agustus tren kasus ISPA mengalami penurunan, dari 3.947 kasus jadi 3.767 kasus di Oktober ini.
Sebagai antisipasi terhadap adanya gangguan kesehatan masyarakat tersebut, Dinkes Paser melakukan upaya pencegahan dan berkoordinasi dengan Puskesmas di Paser. "Kami sudah arahkan agar setiap Puskesmas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri jika terdapat keluhan," jelas Jon.
Dinkes Paser juga melakukan penguatan pada ketersediaan obat di setiap fasilitas kesehatan (faskes) dan disebutnya masih cukup.
Editor: Aspian Nur










