Sebanyak 1.300 orang turun ke kolam berlumpur yang terletak di Desa Damit, Kecamatan Paser Belengkong, dengan niat yang sama, menangkap ikan dalam ukuran besar.
Sultan Paser SP YM Aji Muhammad Jarnawi yang bergelar YM Sultan Muhammad Alamsyah III menyebut acara Ngunje tahun ini masuk dalam rekor peserta terbanyak agenda tradisional.
Ngunje sendiri disebutkannya budaya masyarakat Paser yaitu nguras ikan atau menangkap ikan di sungai yang biasanya dilakukan pada musim kemarau dan kondisi air sungai surut.
"Biasanya kegiatan ini di kenal dengan nguras ikan, jadi pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat tanpa menggunakan alat tangkap ikan," ucap Jarnawi kepada Korankaltim.com Rabu (16/8/2023).
Ngunje juga tradisi leluhur peradaban Kesultanan Paser. Dulu warga atau rakyatnya beramai ramai melaksanakan kegiatan tersebut pada pesta adat Paser di saat air sudah surut. "Kegiatan tahun ini rekor bagi masyarakat Paser karena Ngunje diikuti peserta terbanyak," ungkapnya.
Diakui Jarnawi tradisi ngunje saat ini sudah mulai pudar bahkan hampir tidak pernah dilaksanakan. Karenanya diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat meningkatkan kebersamaan dan mampu mempertahankan kearifan lokal Paser.
"Kegiatan ini, selain melestarikan kearifan lokal, juga sebagai upaya kami untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, semoga saja dengan ini kearifan lokal bisa terus bertahan dan dapat dilaksanakan bersama-sama," papar Jarnawi.
Diharapkan juga agenda tradisional ini bisa dipertahankan ditengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terlebih lagi keberadaan IKN juga masuk dalam kawasan Kesultanan Paser.
"Lokasi IKN saat ini berada didalam wilayah Adat Paser, kami berharap tradisi Ngunje ini bisa menjadi agenda nasional di IKN pada masa mendatang," tutup Jarnawi.
Editor: Aspian Nur