Ketua Pokja Moderasi Beragama Paser, H Ishak menyampaikan, pelaksanaan kegiatan moderasi beragama ditujukan untuk menghilangkan potensi konflik antar agama di lingkungan masyarakat.
"Moderasi beragama sudah sejak dulu menjadi dasar bagi negera Indonesia untuk melaksanakan perjuangan dan pembangunan, dalam satu dekade terakhir muncul berbagai tindakan yang berpotensi pada konflik antar agama," ucap Ishak, Jumat (16/6/2023).
Ditunjuknya Desa Sempulang sebagai salah satu desa untuk ikut serta pada lomba tersebut, diharapkan mampu menjadi pilot project bagi desa Lainnya agar lebih meningkatkan moderasi beragama di kalangan masyarakat."Setiap desa yang merupakan peserta dalam lomba ini, nantinya akan dipilih dua desa sebagai perwakilan Kabupaten Paser di tingkat Provinsi Kalimantan Timur," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sempulang Ahmad Syaukani menyampaikan, keikutsertaan desanya dalam lomba tersebut menjadi amanah besar bagi masyarakat dan juga Pemerintahan Desa Sempulang. Ia berharap melalui kegiatan tersebut juga bisa menjadi motivasi serta menumbuhkan toleransi beragama di Desa Sempulang. "Amanah ini akan kami laksanakan dengan cermat, semoga menjadi motivasi bagi kami untuk menumbuhkan toleransi beragama di Desa Sempulang," harap Syaukani.
Camat Tanah Grogot Abdul Rasyid yang juga turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan, dipilihnya Desa Sempulang untuk maju dalam lomba Desa Moderasi Beragama Perintis merupakan pilihan yang tepat. Hal tersebut dikarenakan di Desa Sempulang terdapat masjid dan gereja yang jaraknya berdekatan hanya berseberangan jalan.
"Salah satu keunikan, masjid dan gereja yang hanya dibatasi dengan jalan desa, selain itu di Desa Sempulang juga tidak pernah terjadi konflik antar agama, semoga saja kondisi ini bisa terus bertahan dan ditingkatkan," harap Rasyid.
Editor: Maruly Zainuddin