Bumi Daya Taka, julukan Kabupaten Paser, mendapatkan bantuan BTS untuk 47 lokasi, namun hingga saat ini hanya terdapat 37 lokasi yang terbangun fisik 100 persen, sisanya 7 lokasi tidak dilakukan pembangunan, hanya dilakukan penguatan jaringan pada menara sekitar.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser Ina Rosana menyampaikan. blank spot dibeberapa desa di Paser menjadi perhatian khusus dan DKISP sudah berkoordinasi dengan pihak kementerian dan pihak provider sebagai penyedia jasa internet dan telekomunikasi.
"Kami sudah sampaikan surat kepada pihak kementerian terkait keluhan masyarakat, secara fisik pembangunan sudah selesai, tapi terkendala pada pihak provider penyedia telekomunikasi yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kominfo," ucap Ina Rosana kepada Korankaltim.com Senin (8/5/2023).
DKISP Paser juga telah memfasilitasi dengan mengundang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirten PPI), Dinas Kominfo Kaltim, camat dan sejumlah kepala desa serta pihak operator seluler (Opsel) untuk segera mengatasi masalah di lapangan.
"Sudah ada pertemuan yang kami fasilitasi, sampai saat ini kemi terus berkoordinasi agar Opsel bisa memaksimalkan menara BTS untuk pelayanan jaringan internet dan telekomunikasi," papar Ina.
Tidak maksimalnya pelayanan internet karena kementerian memberikan batasan jaringan atau bandwidth yang sangat minim sementara untuk meningkatkan bandwidth harus ada kebijakan dari kementerian.
"Kami harap pihak Opsel bisa segera memaksimalkan penggunaan Tower BTS yang telah terbangun, sehingga tidak terkesan hanya fisik saja namun tidak bisa digunakan," harap Ina.
Dari 37 Tower BTS yang telah terbangun di Paser, terdapat 11 tower yang telah aktif, kemudian lima tower sudah aktif namun tidak maksimal.
Editor: Aspian Nur