Bupati yang hadir secara langsung dalam acara Pengukuhan Pengurus PWI Kabupaten Paser, dalam pidatonya memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyampaikan, beredarnya isu tersebut merupakan bagian dari informasi tidak benar dan hoax.
"Saya ditelepon Wadir Narkoba Polda Kaltim, beliau ingin mendapatkan konfirmasi kepada saya. Terkait dengan isu penggrebekan saya disebuah hotel karena menggunakan narkoba. Sekarang saya sampaikan bahwa itu isu yang tidak benar," ucap dr. Fahmi Fadli. Rabu (25/1/2023) malam.
Fahmi mengatakan, bertepatan dengan kabar yang beredar, pada tanggal isu penggrebekan tersebut, Fahmi sedang berada di Padang. Sebelum itu ia mengaku bahwa selama 10 hari melaksanakan kedinasan di beberapa tempat. Yakni, Terkait HPL transmigrasi kemudian ke Kementerian sengketa lahan antara Man IC dan SMA. Kementerian keuangan dengan PT PII. Selanjutnya lembaga BNPB. Kemudian ke Tangerang untuk pengolahan air bersih. Dan Rakornas dengan presiden.
"Jadi saya memang beberapa hari, selama 10 hari saya memang ada terjadwal di Beberapa kementerian," ungkapnya.
Ia menilai bahwa, tersebarnya isu tersebut merupakan fitnah keji. Namun demikian, secara pribadi tidak mempermasalahakan isu tersebut. Namun ia khawatir, jika isu tersebut sampai terdengar pada sang ibunda.
"tidak masalah bagi saya. Karena saya bukan pengguna. Cuma saya khawatir dengan ibu saya," tegasnya.
Editor: Rusdianto