Pada kegiatan tersebut, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengingatkan seluruh Perangkat Daerah (PD), agar dalam penyusunan perencanaan pembangunan harus melibatkan pemangku kepentingan di wilayah setempat.
"Diperlukan sinergi, integrasi dan pelibatan pemangku kepentingan yang kita kenal dengan konsep pentahelix atau multipihak," ungkap dr. Fahmi Fadli.
Ia menilai, perencanaan pembangunan yang disusun melalui paradigma tematik, holistik, integratif dan spasial. Diperlukan pemikiran dan pemahaman yang positif dalam membangun konsep dan strategi pembangunan secara lebih terarah, terpadu, serta bersinergi antarsektor.
"Silakan menyusun perencanaan dengan berkoordinasi yang baik dengan pemangku kepentingan, tinggalkan egosektoral, agar perencanaan yang disusun lebih terukur, selaras, tepat sasaran serta hasilnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat," tegasnya.
Ditegaskan bahwa, tujuan pembangunan adalah menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh penduduk. Dikarenakan keterbatasan sumber daya dan akses terhadap kegiatan ekonomi dapat menjadi pemicu terjadinya pengangguran, kemiskinan ekstrem, stunting dan sejumlah persoalan sosial lainnya.
"Ketimpangan pendapatan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, serta dapat menciptakan konflik sosial antar masyarakat," pungkasnya.
Editor: Rusdianto