Terkait hal ini, Pondok Pesantren Trubus Iman yang berada di Jalan Salak Pondoh, Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot, bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan didukung Bank Indonesia (BI) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), mengembangkan usaha mereka dalam sektor pertanian tersebut di lingkungan pondok pesantren.
Hal ini disampaikan Wakif Trubus Iman H Toni Budihartono menyampaikan dimana pihak pondok pesantren membuat lembaga Trubus Sentra Agribisnis (TSA).
"Pertanian sangat penting di masyarakat, karena itu perlu dikembangkan dan melalui TSA ini kami mengajak semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Paser untuk satu persepsi melakukan pengembangan agrobisnis," kata Toni kepada Korankaltim.com Selasa (17/1/2023) siang tadi.
Adapun pengembangan konsep agrobisnis yang dikelola TSA berupa sayur dan buah-buahan antara lain jamur, melon, jeruk, kurma, talas beneng dan juga peternakan domba.
BI hadir untuk memberikan sokongan keuangan agar pengembangan agrobisnis TSA bisa terwujud.
"Pesantren Trubus Iman menjadi lembaga yang menjadi blue print (cetak biru) dan pengembangan ekonomi syariah, yakni penguatan ekonomi syariah melalui kemandirian ekonomi pesantren," papar Kepala BI Kantor Perwakilan Balikpapan Bambang Setyo Pambudi secara terpisah.
Sementara Kepala Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan OR PP BRIN Anang Triwiratno menyampaikan, mereka memiliki inovasi yang siap untuk dikembangkan di Trubus Iman melalui TSA yang saat ini genap berusia satu tahun.
"Kami memiliki berbagai riset dan inovasi, namun di Trubus Iman kami akan tawarkan jeruk karena kami memiliki 250 lebih jenis jeruk yang bisa dikembangkan," ucap Anang Triwiratno.
Baznas Kalimantan Timur yang diwakili oleh KH Abdurrahman juga menyumbangkan program pengembangan ternak domba mengingat Paser belum memiliki sektor pengembangan hewan ternak tersebut.
"Domba memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Paser, untuk itu perlu juga dilakukan pengembangan dan kami harap Trubus Iman melalui TSA bisa mengembangkan program ini," sebut Abdurrahman.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur