"Sekira jam empat pagi saya sempat keliling untuk memantau kondisi, karena hujan sudah terjadi cukup deras dan lama. Tapi untuk di ruas jalan Pangeran Menteri belum terendam air, sewaktu pagi sekira jam setengah tujuh saya dapat kabar dari stag kantor disekitar kantor camat sudah banjir," kara Guntur kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa membuat sejumlah kantor pemerintahan yang berada Kecamatan Tanah Grogot ikut terendam, terutama yang berada di ruas Jalan Pangeran Menteri, Jalan RA Kartini, Jalan Sultan Ibrahim Khaliluddin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cipto Mangunkusumo, Desa Senaken dan Desa Jone.
"Ada beberapa kantor pemerintahan yang terendam air. Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan terkait berapa jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir," ujar Guntur lagi.
Akibat banjir tersebut sejumlah pengendara kendaraan roda dua harus memutar arah, bahkan beberapa motor mogok di tengah genangan air.
"Kendaraan ada yang macet karena memaksakan melintasi area banjir. Ada juga ada kendaraan yang harus putar arah," jelasnya.
Pantauan Korankaltim.com, selain di wilayah dalam kota Tanah Grogot, banjir juga terjadi di ruas jalan Km 05 Tanah Grogot atau Area Gentung Temiyang dengan ketinggian mencapai 75 sentimeter.
Bahkan tampak barisan kendaraan yang harus terhenti lantaran enggan melintasi genangan air. Bahkan sejumlah kendaraan harus terhenti dinujung banjir karena mengalami mesin mati saat di tengah genangan banjir.
Sementara Robert, warga di Gang 49, Kelurahan Tanah Grogot menyampaikan, banjir ini yang terbesar dari banjir pernah terjadi tiga kali peristiwa dimana ketinggian air di area Gang tersebut mencapai dada orang dewasa. "Tahun ini sudah tiga kali banjir, ini yang terparah," ucap Robert menegaskan.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur