Berkaitan dengan hal tersebut pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Selurih Indonesia (Abpedsi) bersama Polres Paser untuk melakukan antisipasi terjadinya potensi konflik dan gangguan dalam Pilkades.
Ketua Abpedsi Kabupaten Paser Joab Sirumapea menyampaikan kerja sama dengan Polres Paser menjadi salah satu peluang untuk mengantisipasi terjadinya konflik di desa pada pelaksanaan tahapan pilkades.
"Semoga dengan cara ini kondusifitas lingkungan di desa bisa tetap terjaga sebelum pelaksanaan pilkades hingga pelaksanaan dan pasca pilkades," ucap Joab Sirumapea. Rabu (30/3/2022).
Ia mengaku, belajar dari beberapa konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pilkades pada 2021 lalu. Pihaknya akan melakukan evaluasi pada, kemudian pihaknya akan lebih menertibkan pada aturan. Serta menekankan pada independensi dan netralitas panitia pelaksana Pilkades.
"Hal utama penertiban aturan, kemudian yang tidak kalah penting independensi dan netralitas panitia. Ini yang haris ditekankan," terangnya.
Ia juga berharap masyarakat mampu mendukung pelaksanaan pilkades dengan tertib dan kondusif. "Pilkades inibbisa terlaksana dengan aman dan kondusif juga perlu dukungan dari masyarakat, makanya kami sangat berharap masyarakat juga turut serta mendukung pilkades aman dan Kondusif,".
Kasat Intel Polres Paser AKP Rahmad Wiwit Dianto menyampaikan pelaksanaan pilkades tahun ini berbarengan dengan tahapan Pemilu 2024. Sehingga perlu dilakukan antisipasi dini terkait dengan kerawanan pilkades.
"BPD sebagai lembaga di tingkat desa yang membentuk panitia pilkades, diharapkan melalui pembentukan awal panitia oleh BPD yang independen dan bertanggung jawab dapat terwujud pilkades yang aman, damai, sejuk serta terhindar dari konflik," ucapnya.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah